Osiloskop
Osiloskop secara sederhana dapat diartikan sebagai alat ukur elektronik yang dapat memetakan dan memproyeksi sinyal listrik dan frekuensi komponen elektronika.
Kegunaan Osiloskop:
- Osiloskop dapat digunakan untuk mengukur frekuensi sinyal yang dapat berosilasi.
- Osilasi juga dapat mengukur tegangan listrik serta relasinya terhadap waktu.
- Membedakan arus AC dan juga arus DC dan sebuah komponen elektronika.
- Mengecek sinyal dalam sebuah rangkaian elektronik.
- Mengetahui noise dalam rangkaian elektronik.
Jenis-jenis Osiloskop dibagi menjadi dua yaitu:
- osiloskop analog
- osiloskop digital
Spesifikasi Osiloskop yang Penting Anda Ketahui:
Beberapa spesifikasi penting yang biasanya terdapat dalam osiloskop antara lain adalah :
1. Bandwith Osiloskop ( Lebar Pita)
Salah satu spesifikasi yang terdapat pada osiloskop adalah lebar pita atau bandwith. Dimana bandwith ini menentukan rentang frekuensi yang dapat diukur oleh Osiloskop.
2. Jenis Osiloskop
Salah satu hal yang mempengaruhi kinerja Osiloskop adalah jenis dari osiloskop itu sendiri. Dimana kinerja dari osiloskop jenis analog tentu akan berbeda kinerjanya dengan jenis Osiloskop Digital.
3. Jumlah Chanel (Kanal).
Kemampuan Osiloskop juga tergantung pada jumlah chanel atau kanal yang dimilikinya. Osiloskop umumnya dapat membaca lebih dari satu sinyal dalam waktu yang sama.
4. Sampling Rate
Sampling rate hanya berfungsi untuk osiloskop digital. Yang berfungsi untuk menghitung berapa kali sinyal utu dibaca dalam satu detiknya.
5. Rise Time
Salah satu spesifikasi yang terdapat dalam Osiloskop adalah rise time. Dimana komponen ini memiliki fungsi untuk mengukur seberapa cepat oloskop tersebut melakukan pengukuran.
6. Vertikal Sensitif
Vertikal sensitif ini diukur dengan menggunakan satuan Volt per Div yang berfungsi untuk memperkuat sinyal yang lemah pada osiloskop.
7. Input Impedance
Input impedance biasanya digunakan pada saat osiloskop mengukur dalam frekuensi tinggi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar